Revolusi Ubi Ungu

ubi unggu

Jadi menurut Anda ini bagian dari latah? biar saya jelaskan sebuah gerilya revolusi. Karena sebuah gerilya, revolusi ini dilakukan dengan senyap. Bahkan pelakunya tidak menyadari menjadi bagian dari revolusi pergerakan kebangkitan, karena begitu seharusnya sebuah revolusi senyap, memacu rantai reaksi tanpa tahu apa yang sedang terencana dan siapa yang merencana. Bahkan semua akan membatah dengan sangat jujur bahwa mereka bekerja atas kepentingan sendiri.

Snack, makananan ringan dari ubi unggu adalah sebuah revolusi ekonomi. Mereka dalam diskusi-diskusi, sering kali mencibir yang seperti ini adalah fenomena latah anak generasi berlabel, dianggap tidak bernilai. Tapi begitulah sebuah revolusi senyap, bahkan personal-personal pencibir menjadi bagian penting dari pergerakan, sekali lagi dengan sangat jujur mereka akan membantah eksistensinya dalam rangkaian aksi. Revolusi senyap harus terbantahkan, tak terendus, tak terkasat, tak terabah, bergerak dalam firasat dan instuisi memberi nilai tambah pada ekonomi, dalam senyap susah disadari kecuali generasi bersandi.

Ketika fenomena ubi ungu mulai mewabah, isyu kesehatan menjadi nilai intinya memacu pergerakan. Diawali keripik, cake, brownis, pan cake, ice cream, bahkan bakpia yang sudah sangat klasik identik tidak lewat terimbas.
Volume produksi memacu kebutuhan tenaga kerja, para penjual, tengkulak sampe petani. Begitu sebuah revolusi senyap dari latah generasi berlabel itu, memacu geliat ekonomi lebih memanas.

Jadi masih tergiur menjadi kaya dengan produk impor dari negara sebelah sana sedikit itu? Tidak kah lebih mentereng sebagai penggerak rantai ekonomi lokal, cari bahan lokal, umbi-umbian, pisang dan tanaman buah lain. Kamu generasi berlabel motor utama revolusi senyap ekonomi lokal.

No comments: