Antusias Dengan Kedatangan Pelanggan

Ada sesuatu yang agak menggelitik waktu saya berkunjung ke sebuah toko parfum. Dari parkir saya menuju pintu toko, masih dalam jarak satu meter dari pintu pelayan toko sudah menyapa dari dalam di belakang lemari etalase, dengan sebuah pertayaan mendasar yaitu "mau cari apa mas?". Tentunya tidak saya jawab sampai saya benar-benar dalam posisi sudah dekat, karena jarak pintu sebenarnya masih lumayan jauh ke posisi pelayan ini, ditambah ada beberapa lalu lalang orang di depan saya. Jadinya saya langsung nyelentuk saat saya sudah benar benar dekat pelayan tadi, saya bilang "orang masih jauh.." dengan komunikasi yang hangat tentunya.

Ketika pulang saya sempat terpikir dengan prilaku pelayan ini, karena sebenarnya layanannya tersebut sangat baik. Meski saya sedikit agak aneh karena sudah disapa padahal posisi saya masih jauh, tapi bagaimanapun saya tetap merasa bahagia dan berkomunikasi dengan hangat karena saya disapa dengan penuh antusias, dan yang utama adalah sesuai konteks pelayan bertanya tetang apa yang saya cari.

Sapaan yang antusias dan relevan jelas sangat penting, karena pelanggan jadi sangat dipentingkan. Relevan sesuai konteks tentunya juga penting karena banyak SOP sapaan ke pelanggan yang sangat terlihat basa basinya dari pada bentuk antusiasme.

Banyak pelaku usaha yang sangat menyepelekan hal-hal kecil dalam komunikasi dengan pelanggan, padahal loyalitas dan presepsi pelanggan dengan citra usaha banyak dipengaruhi oleh hal ini.

No comments: